Jumat, 11 September 2026

315 MANUSIA INDONESIA

 MANUSIA INDONESIA

Membaca Kembali Kritik Mochtar Lubis tentang Watak, Karakter, Kekuasaan, dan Kehidupan Bangsa

Penulis:

H. Abdul Haris Qodir, S.Mn., M.Pd.

RANCANGAN LAYOUT BUKU

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

Membaca Manusia Indonesia dengan Kacamata Kritis

Mengapa Manusia Indonesia Perlu Dibicarakan?

Mochtar Lubis dan Kritik terhadap Bangsa

Pidato Manusia Indonesia Tahun 1977

Antara Kritik, Generalisasi, dan Realitas Sosial

Apakah Manusia Indonesia Telah Berubah?

Membaca Kritik Lama dalam Konteks Indonesia Baru

BAGIAN I

MOCHTAR LUBIS DAN “MANUSIA INDONESIA”

Bab 1 — Sosok Mochtar Lubis

Mochtar Lubis: Wartawan, Sastrawan, dan Pemikir

Perjalanan Intelektual Mochtar Lubis

Kritik terhadap Kekuasaan

Pers, Kebebasan, dan Kejujuran

Mochtar Lubis sebagai Pengkritik Masyarakat

Bab 2 — Pidato “Manusia Indonesia”

Latar Belakang Pidato

Taman Ismail Marzuki, 6 April 1977

Indonesia dalam Bayang-Bayang Orde Baru

Apa yang Dimaksud “Manusia Indonesia”?

Manusia Ideal dan Manusia yang Sebenarnya

Reaksi terhadap Pidato

Kontroversi dan Perdebatan

BAGIAN II

ENAM WAJAH MANUSIA INDONESIA

Bab 3 — Manusia yang Hipokrit

Antara Kata dan Perbuatan

Budaya Kepura-puraan

“Asal Bapak Senang”

Menyenangkan Atasan

Kemunafikan dalam Kehidupan Sosial

Hipokrasi di Era Media Sosial

Bab 4 — Enggan Bertanggung Jawab

Mentalitas “Bukan Saya”

Mencari Kambing Hitam

Tanggung Jawab dan Kepemimpinan

Budaya Menyalahkan Orang Lain

Ketika Kesalahan Tidak Pernah Memiliki Pemilik

Tanggung Jawab di Era Modern

Bab 5 — Manusia Berjiwa Feodal

Apa Itu Feodalisme?

Penghormatan kepada Kekuasaan

Atasan dan Bawahan

Budaya Sungkan

Feodalisme dalam Birokrasi

Neo-Feodalisme

Feodalisme di Era Demokrasi

Bab 6 — Manusia yang Percaya Takhayul

Tradisi, Mitos, dan Takhayul

Rasionalitas dan Kepercayaan

Dukun, Ramalan, dan Dunia Gaib

Takhayul dalam Kehidupan Modern

Antara Agama, Tradisi, dan Mitos

Takhayul di Era Digital

Bab 7 — Manusia yang Artistik

Sisi Positif Manusia Indonesia

Seni sebagai Kekuatan Budaya

Sastra, Musik, Tari, dan Tradisi

Kreativitas Masyarakat Indonesia

Industri Kreatif

Dari Seni Tradisional ke Ekonomi Kreatif

Potensi Artistik sebagai Kekuatan Bangsa

Bab 8 — Manusia yang Berwatak Lemah

Apa yang Dimaksud “Lemah Watak”?

Keteguhan Prinsip

Mudah Berubah karena Kepentingan

Ketakutan terhadap Kekuasaan

Opportunisme

Integritas dan Keberanian Moral

Apakah Generasi Baru Lebih Berani?

BAGIAN III

AKAR SEJARAH DAN BUDAYA

Bab 9 — Dari Kerajaan hingga Negara Modern

Warisan Politik Kerajaan

Patron-Klien dalam Masyarakat

Kolonialisme dan Pembentukan Mentalitas

Pendidikan Kolonial

Perjuangan Kemerdekaan

Pembentukan Negara Indonesia

Bab 10 — Kekuasaan dan Karakter Manusia Indonesia

Hubungan Rakyat dan Penguasa

Budaya Patronase

Birokrasi dan Kekuasaan

Politik Balas Jasa

Korupsi dan Konflik Kepentingan

Kekuasaan sebagai Ujian Karakter

Bab 11 — Pendidikan dan Pembentukan Karakter

Sekolah dan Pembentukan Watak

Pendidikan Karakter

Disiplin dan Tanggung Jawab

Kejujuran dan Integritas

Budaya Prestasi

Pendidikan yang Membebaskan

BAGIAN IV

MANUSIA INDONESIA DI ERA DIGITAL

Bab 12 — Dari “Asal Bapak Senang” ke “Asal Viral”

Perubahan Bentuk Kepura-puraan

Pencitraan di Media Sosial

Budaya Like dan Komentar

Personal Branding

Kehidupan Nyata versus Kehidupan Digital

Bab 13 — Feodalisme di Era Media Sosial

Influencer sebagai “Raja Baru”

Kultus terhadap Tokoh

Fanatisme dan Pengikut

Kekuasaan Algoritma

Ketika Popularitas Menjadi Kekuasaan

Bab 14 — Takhayul di Era Internet

Hoaks dan Mitos Digital

Teori Konspirasi

Ramalan di Media Sosial

Informasi Tanpa Verifikasi

Literasi Digital dan Nalar Kritis

Bab 15 — Watak Generasi Baru

Generasi Digital

Keberanian Berpendapat

Individualisme dan Solidaritas

Mentalitas Instan

Ketahanan Mental

Generasi yang Lebih Kritis?

Generasi yang Lebih Rapuh?

BAGIAN V

APAKAH KRITIK MOCHTAR LUBIS MASIH RELEVAN?

Bab 16 — Enam Watak dalam Cermin Indonesia Hari Ini

Hipokrasi

Tidak Bertanggung Jawab

Feodalisme

Takhayul

Artistik

Lemah Watak

Bab 17 — Apa yang Berubah, Apa yang Tidak?

Indonesia 1977 dan Indonesia Sekarang

Perubahan Teknologi

Perubahan Politik

Perubahan Ekonomi

Perubahan Generasi

Mentalitas Lama dalam Wajah Baru

Bab 18 — Kritik Mochtar Lubis: Benarkah?

Kritik terhadap Generalisasi

Apakah Enam Karakter Berlaku untuk Semua?

Sisi Positif yang Sering Terlupakan

Konteks Sejarah Kritik

Membaca Mochtar Lubis Secara Proporsional

Dari Stereotip menuju Refleksi

BAGIAN VI

MEMBANGUN MANUSIA INDONESIA BARU

Bab 19 — Dari Mentalitas ke Integritas

Kejujuran

Tanggung Jawab

Keberanian Moral

Kemandirian

Disiplin

Konsistensi

Bab 20 — Pendidikan untuk Manusia Indonesia Baru

Pendidikan Karakter

Keteladanan

Budaya Sekolah

Keluarga dan Pembentukan Watak

Pesantren dan Pendidikan Karakter

Masyarakat sebagai Ruang Pendidikan

Bab 21 — Indonesia yang Ingin Kita Bangun

Manusia yang Tidak Munafik

Manusia yang Bertanggung Jawab

Manusia yang Tidak Feodal

Manusia yang Rasional

Manusia yang Kreatif

Manusia yang Berkarakter Kuat

PENUTUP

Dari Kritik Menuju Perubahan

Kritik Mochtar Lubis sebaiknya tidak berhenti sebagai daftar enam sifat buruk manusia Indonesia. Buku ini dapat mengajak pembaca melakukan sesuatu yang lebih penting: bercermin.

Pertanyaan akhirnya bukan hanya:

“Apakah Mochtar Lubis benar menggambarkan manusia Indonesia?”

Tetapi:

“Manusia Indonesia seperti apa yang ingin kita bentuk untuk masa depan?”

DAFTAR PUSTAKA

INDEKS

TENTANG PENULIS

Alternatif judul yang lebih provokatif

MANUSIA INDONESIA Enam Watak dalam Cermin Mochtar Lubis dan Wajah Bangsa Hari Ini

WAJAH MANUSIA INDONESIA Membaca Kritik Mochtar Lubis dari 1977 hingga Era Digital

MOCHTAR LUBIS DAN MANUSIA INDONESIA Hipokrasi, Feodalisme, Takhayul, Seni, dan Krisis Watak Bangsa

CERMIN MANUSIA INDONESIA Membaca Kembali Enam Kritik Mochtar Lubis

Untuk buku yang bernuansa populer-akademik, saya paling merekomendasikan nomor 1: MANUSIA INDONESIA — Enam Watak dalam Cermin Mochtar Lubis dan Wajah Bangsa Hari Ini.

Selasa, 25 Agustus 2026

40 tahun (2)

 

Sabtu, 25 Juli 2026

koreksi biografi

Alhamdulillah, Penulisan *Biografi H. Mukhayyar,* Sudah Selesai 

*Revisi* dari koreksian yg sudah masuk:

1. Sub judul yg melompat jauh, sudah *diposisikan* sebagaimana mestinya
2. Sub-sub judul yg isinya sama, sudah *digabung* 
3. Ayat, Hadits atau qaul ulama yg berulang, sudah *dikurangi*
4. Penambahan *biografi singkat* anak-anak Haji Mukhayyar sudah selesai
5. Kata Pengantar tidak pakai bodynote, *sudah dihapus*
6. Bab lain tetap pakai footnote
7. Sesuai saran pengoreksi da penambahan: *Prolog* dan *Epilog*
8. Ada penambahan sub judul *Mengembangkan Tanah*
9. Foto *H. Abdul Karim* dan *Hj. Maesaroh* belum ada
10. *Halaman akhir* akan ditambahkan beberapa foto lama atau foto halal bi halal, *masih dicari*. 

Kamis, 02 Juli 2026

Keuangan Cholil Nafis

 TATA KELOLA KEUANGAN PESANTREN

Selasa, 09 Juni 2026

269 Doa Para Nabi

ENSIKLOPEDIA DOA PARA NABI
Doa-doa Mustajab dalam Al-Qur'an dan Sunnah
Penyusun:
H. Abdul Haris Qodir, S.Mn., M.Pd.


DAFTAR ISI
Pengantar
Pengantar Penulis
Pendahuluan

Bagian I. Hakikat Doa dalam Islam
a. Pengertian Doa
b. Kedudukan Doa dalam Islam
c. Adab Berdoa
d. Waktu-waktu Mustajab Berdoa

Bagian II. Doa-doa Para Nabi
Bab 1. Doa Nabi Adam AS
a. Biografi Singkat Nabi Adam AS
b. Teks Doa Arab
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 2. Doa Nabi Idris AS
a. Biografi Singkat Nabi Idris AS
b. Teks Doa Arab
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 3. Doa Nabi Nuh AS
a. Biografi Singkat Nabi Nuh AS
b. Teks Doa Arab
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 4. Doa Nabi Hud AS
a. Biografi Singkat Nabi Hud AS
b. Teks Doa Arab
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 5. Doa Nabi Shalih AS
a. Biografi Singkat Nabi Shalih AS
b. Teks Doa 
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 6. Doa Nabi Ibrahim AS
a. Biografi Singkat Nabi Ibrahim AS
b. Teks Doa 
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 7. Doa Nabi Luth AS
a. Biografi Singkat Nabi Luth AS
b. Teks Doa 
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 8. Doa Nabi Ismail AS
a. Biografi Singkat Nabi Ismail AS
b. Teks Doa 
c. Terjemahan
d. Asbab dan Latar Belakang Doa
e. Tafsir dan Penjelasan Ulama
f. Hikmah dan Pelajaran
g. Amalan Praktis

Bab 9. Doa Nabi Ishaq AS
Bab 10. Doa Nabi Ya'qub AS
Bab 11. Doa Nabi Yusuf AS
Bab 12. Doa Nabi Ayyub AS
Bab 13
Doa Nabi Syu'aib AS
Bab 14
Doa Nabi Musa AS
Bab 15
Doa Nabi Harun AS
Bab 16
Doa Nabi Dawud AS
Bab 17
Doa Nabi Sulaiman AS
Bab 18
Doa Nabi Ilyas AS
Bab 19
Doa Nabi Ilyasa' AS
Bab 20
Doa Nabi Yunus AS
Bab 21
Doa Nabi Zakaria AS
Bab 22
Doa Nabi Yahya AS
Bab 23
Doa Nabi Isa AS
Bab 24..Doa Nabi Muhammad ﷺ

Bagian III. Tema-tema Doa Para Nabi
Doa Taubat
Doa Memohon Ampunan
Doa Memohon Keturunan Saleh
Doa Menghadapi Musibah
Doa Memohon Kesabaran
Doa Memohon Ilmu
Doa Memohon Rezeki
Doa Syukur
Doa Dakwah
Doa Menjelang Wafat
FORMAT SETIAP BAB

BAB 6
DOA NABI IBRAHIM AS
A. Biografi Singkat Nabi Ibrahim AS
B. Teks Doa
Arab
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا...
Transliterasi
Terjemahan
C. Asbab dan Latar Belakang Doa
D. Tafsir dan Penjelasan Ulama
E. Hikmah dan Pelajaran
F. Amalan Praktis
G. Referensi

PENUTUP
Kesimpulan
Pelajaran Universal dari Doa Para Nabi
Bibliografi
Indeks Ayat
Indeks Hadis
Indeks Nama Nabi
Tentang Penulis

SAMPUL DEPAN
Bagian Atas
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Judul Utama (Huruf Besar)
ENSIKLOPEDIA
DOA PARA NABI
Subjudul
Doa-doa Mustajab dalam Al-Qur'an dan Sunnah
Visual Utama
Al-Qur'an terbuka memancarkan cahaya.
Latar langit malam penuh bintang.
Jejak perjalanan kenabian dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad ﷺ.
Ornamen geometris Islam pada bingkai.
Bagian Bawah
Nama Penulis
Logo Penerbit
PUNGGUNG BUKU (SPINE)
Bagian Atas
Logo Penerbit
Tengah
ENSIKLOPEDIA DOA PARA NABI
Bawah
Nama Penulis
SAMPUL BELAKANG
Kutipan
"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."
(QS. Ghafir: 60)
Sinopsis
Buku ini menghadirkan kumpulan doa para nabi yang diabadikan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad ﷺ. Setiap doa disajikan lengkap dengan teks Arab, transliterasi, terjemahan, latar belakang sejarah, tafsir ringkas, serta hikmah dan pelajaran yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui doa-doa para nabi, pembaca diajak memahami bagaimana para utusan Allah menghadapi ujian, memohon ampunan, mencari pertolongan, mengungkapkan rasa syukur, serta membangun harapan kepada Allah SWT.
Keunggulan Buku
✓ Lengkap dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad ﷺ
✓ Teks Arab berharakat
✓ Terjemahan dan transliterasi
✓ Tafsir dan penjelasan ulama
✓ Hikmah dan aplikasi praktis
✓ Referensi Al-Qur'an dan Hadis
Barcode ISBN
HALAMAN JUDUL DALAM
ENSIKLOPEDIA DOA PARA NABI
Doa-doa Mustajab dalam Al-Qur'an dan Sunnah
Disusun oleh
Nama Penulis
Nama Penerbit
Kota Penerbit
Tahun Terbit
HALAMAN HAK CIPTA
Judul Buku
Penulis
Editor
Tata Letak
Desain Sampul
Penerbit
ISBN
Cetakan Pertama



Kamis, 26 Februari 2026

Tugas STI2B+

Tugas MK Pesantren dan Wakaf 2
Kelas SAK2B, RPL2B, STI2B

1.  Wakaf dalam Hukum Islam,

2.  Wakaf dalam Perundang-undangan
a. Raihan
b. Risky Muliadi 

3.  Wakaf dalam Perundang-undangan (Lanjutan)
a. Kayla Aulia Azizah
b. Gita Rahmadani

4.  Sejarah Wakaf di Beberapa Negara
a. Fatmah Az Zahra
b. Suci Mutia Ramadani

5.  Kasus-kasus Wakaf
a. Damar Arliyansyah
b. Panji Nur Rhofiq

6.  Yayasan sebagai Badan Hukum Pondok Pesantren
a. Naura Rafa Nafilia
b. Nayshandra Cinta Seto

7.  Pengajuan Badan Hukum dan Usaha
a. Laelatush Shofiyah
b. Dini Azizah 
c. Rahmah Rahmadhani

8.  Ujian Tengah Semester (UTS)

9.  Organisasi Penyelenggara dan Pengelola Pondok Pesantren
a. Muhamad Pandu Wibawa
b. Muhamad Zaki

10.  TMI sebagai program inti Pendidikan dan Pengasuhan Pesantren dan Kurikulum terintegrasi
a. Djody Aditya Pangestu
b. Sriwihastomo Arief Maulana

11.  Standar Nilai Kepesantrenan Darunnajah Pusat dan Cabang
a. Mhd Rafli Sahputra
b. Asrul Halimuddin

12.  Membuka Pondok Pesantren Cabang Baru
a. Aulia Syfa Rahma
b. Syifa Qurrotul Aen
c. Sakha Nahdah

13.  Pembinaan Alumni dan Hubungan Masyrakat
a. Zaskia Putri Mutiara
b. Risa Isriyah

14.  Mengenal Berbagai Model dan Komunitas Pesantren di Indonesia
a. Ratih Safitri Tomagola
b. Gemintang Sandika Fatali

15.  Meneladani Pejuang Darunnajah
a. Muhammad Ahsin Almubarok
b. Adyathama Ronaldo

Ujian Akhir Semester (UAS)

Sabtu, 01 Maret 2025

RPL2B Tugas

RPL2B
*Kedarunnajahan 2*
*Semester 2*
Selasa
15.00-16.4l30

Pertemuan 1: *Wakaf dalam Hukum Islam:*
(Wakif, Mauquf, Mauquf ‘Alaih, Sighat, Nazir, Sifat Harta Wakaf, dan Tujuan Wakaf)


Pertemuan 2: *Wakaf dalam Perundang-undangan:*
(Definisi wakaf, Tujuan dan Fungsi Wakaf, Unsur Wakaf, Wakif, Nazir,  Harta Benda Wakaf, Ikrar Wakaf, dan Peruntukan Harta Benda Wakaf)
1. Muhammad Wafiq Hauzan
2.

Pertemuan 3: *Wakaf dalam Perundang-undangan (Lanjutan):*
(Wakaf dengan Wasiat, Wakaf Benda Bergerak Berupa Uang, Pendaftaran Harta Benda Wakaf, Perubahan Status Harta Bebda Wakaf, Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf, dan Tata Cara Pembuatan Akta Ikrar Wakaf (AIW))
1. 
2. Azka maulidi

Pertemuan 4: *Sejarah Wakaf di Beberapa Negara:* 
(Sejarah Singkat, Indonesia, Mesir, Turki, Arab Saudi, Malaysia, Qatar, dan Uni Emirat Arab)
1. Ateng Sulaiman
2. 

Pertemuan 5: *Kasus-kasus Wakaf:* 
(Wakaf tidak terdaftar, Perselisihan Status Harta Wakaf, Penyalahgunaan Harta Wakaf, Wakaf ditarik Kembali, Wakaf Dimanfaatkan untuk Hal Lain, Wakaf Terbengkalai, Wakaf Ganda (Tumpang Tindih Hak Kepemilikan), Wakaf Dijadikan Jaminan Utang, Wakaf Tidak Produktif, Konflik antara Ahli Waris dan Nazir, dan Perubahan Status Wakaf Tanpa Izin)
1. 
2. 

Pertemuan 6: *Yayasan sebagai Badan Hukum Pondok Pesantren*
(UU No 16 tahun 2001 tentang Yayasan, UU No 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, Akte Notaris, SK Kemenkumham, AD dan PRT Yayasan)
1. 

Pertemuan 7:*Pengajuan Badan Hukum dan Usaha:*
(Yayasan, Surat Izin Usaha  Perdagangan (SIUP), Nomor Induk Berusaha (NIB), HAKI)
1. 

Pertemuan 8: *UTS*



*Pertemuan 9:* 
1. 
2.

*Pertemuan 10:* 
1.
2.

*Pertemuan 11:* 
1.
2.

*Pertemuan 12:* 
1.
2.

*Pertemuan 13:*  
1.
2.

*Pertemuan 14:* 
1.
2.

*Pertemuan 15:* 
1.
2

*Pertemuan 16:* UAS