Intermeso 37: Salat Gerhana, Ma'mumnya Habis
Intermeso 37: Salat Gerhana, Ma'mumnya Habis
Masih
ingat gerhana matahari total (GMT) 11 Juni 1983 lalu?. Waktu itu Antum ada di
mana?
Sebuah
fenomena alam yang menarik, yang mengundang perhatian dan komentar para ahli,
terutama ahli astronomi. Dampak gerhana itu, diteliti juga perilaku hewan dan
tumbuhan. Sampai larangan memandang dengan mata telanjang, karena dapat
mengakibatkan buta juga dibahas.
Ini
cerita dari kampung saya.
Saat ada gerhana, disunatkan salat gerhana. Tetapi
karena siang hari, jama'ahnya tidak terlalu banyak, maklum yang lain masih
sibuk di sawah atau ladang.
Salat
sunnat sebanyak dua rakaat yang tiap rakaatnya ada dua rukuk itu, setelah baca
surat Fatihah disunatkan juga imamnya membaca surat yang panjang-panjang.
Kebetulan imamnya masih muda dan hafal al
Quran. Maka salatlah dengan khusuknya.
Pada rakaat pertama, setelah Fatihah dibacalah surat yang panjang, kemudian
rukuk dan i'tidal, dan baca Fatihah lagi dan surat yang panjang lagi, dan
seterusnya.
Maka
ma'mum yang sedikit itu rata-rata tidak betah berdiri lama, ada yang pergi
satu, satu. Kemudian pergi lagi satu, dan pergi lagi satu, akhirnya ma'mumnya
habis, tinggal imam sendirian yang tetap salat dengan bacaan surat yang
panjang.
Mungkin
saat membaca surat yang panjang, imam teringat pada saat taqdim (setoran)
hafalan di hadapan kyainya dulu, atau saking khusuknya sang imam lupa kalau di
belakangnya ada ma'mum yang beraneka ragam kebutuhannya.
Ternyata
imam salat juga perlu bijaksana. Dan menjadi manusia bijak juga perlu waktu.
Tanggapan:
Pak haris cerita nya lucu dan ana jg punya cerita
persis seperti Pak Haris, hanya bedanya kalau cerita saya, imamnya yang
ninggalin makmum.
Cerita nya begini, ketika kita sholat berjamaah di asrama,
tiba2 mati lampu dan smpailah di rokaat terakhir semua makmum menunggu aba2
dari imam untuk mengucap salam setelah tahiyat terakhir, ternyata si imam
mengucap salamnya sangat pelan dan tidak terdengar oleh makmum sampai lama
sekali tidak salam2, akhirnya jamaah masing2 mengucap salam sndr2, eh ternyata
si imam sudah pergi duluan dr tmpt slt. Akhirnya slrh jamaah kebingungan
mencari imam dan ternyata imamnya ngumpet.
Komentar:
Kalau
di kampung teman saya lain lagi, memahami Kitab Safinatunnajah, syarat sahnya
ma'mum a.l. ma'mum harus tahu imam, maka kalau lampu mati, gelap, salatnya
langsung bubar. Karena ma'mum tidak tahu imam. Jadi cukup "bubar"
saja, imamnya tidak usah di-cari2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar