Selasa, 06 Oktober 2026

110 Islam Pulau Dewata

 

Sejarah Islam di Pulau Dewata: Jejak Dakwah, Toleransi, dan Akulturasi di Bali

Penyusun:

H. Abdul Harus Qodir, S.Mn., M.Pd.


Kata Pengantar✓

Bagian I — Jejak Awal Islam di Pulau Dewata

A. Konteks Historis Bali dalam Peta Nusantara Klasik

1. Hubungan Bali dengan Jawa, Lombok, dan Makassar✓

2. Kerajaan-kerajaan awal: Bedahulu, Gelgel, dan Klungkung✓

B. Kedatangan Islam ke Bali

3. Peran pelaut, pedagang, dan ulama dari Jawa dan Makassar✓

4. Hubungan Bali dengan Kesultanan Demak dan Gowa-Tallo✓

5. Bukti arkeologis dan naskah Islam kuno di Bali✓

C. Islam di Bawah Kerajaan Gelgel (abad ke-16–17)

6. Peran Sunan Prapen dan para wali dari Jawa Timur✓

7. Sikap toleran Dalem Gelgel terhadap komunitas Muslim✓

8. Awal pembentukan kampung-kampung Islam✓

Bagian II — Komunitas dan Kehidupan Muslim Bali✓

D. Kampung-Kampung Islam di Bali

9. Kampung Loloan (Jembrana)

10. Kampung Pegayaman (Buleleng)✓

11. Kampung Kepaon dan Serangan (Denpasar)✓

12. Interaksi sosial dan ekonomi antarumat✓

E. Akulturasi dan Budaya Islam Bali

13. Arsitektur masjid dengan gaya Bali✓

14. Bahasa dan sastra keagamaan✓

15. Tradisi keagamaan: Maulid, Tahlilan, dan adat lokal✓

F. Peran Ulama dan Dakwah Islam di Bali

16. Ulama lokal dan perantau Jawa–Bugis✓

17. Pendidikan Islam tradisional: surau, madrasah, dan pesantren✓

18. Dakwah bil hikmah dalam konteks pluralitas agama✓


Bagian III — Islam di Bali pada Masa Kolonial dan Modern

G. Islam Bali di Masa Kolonial Belanda

19. Kebijakan kolonial terhadap komunitas Muslim✓

20. Peran ekonomi kaum Muslim dalam jaringan perdagangan

21. Hubungan dengan organisasi Islam di Jawa (Sarekat Islam, Muhammadiyah, NU)

H. Islam Bali di Era Kemerdekaan dan Reformasi

22. Posisi umat Islam dalam kehidupan sosial-politik Bali

23. Pendirian lembaga dakwah dan pendidikan

24. Tantangan identitas di tengah mayoritas non-Muslim

I. Harmoni dan Dialog Antaragama di Pulau Dewata

25. Tradisi toleransi dan gotong royong

26. Studi kasus: Pegayaman, Kepaon, dan Loloan sebagai model kerukunan

27. Peran pemerintah, tokoh agama, dan lembaga sosial

Bagian IV — Refleksi dan Relevansi Kontemporer

J. Islam dan Identitas Multikultural Bali

28. Perspektif Islam Nusantara dan kebangsaan

29. Tantangan modernitas, pariwisata, dan globalisasi

30. Islam sebagai kekuatan moral dan sosial di masyarakat plural

Penutup

31. Kesimpulan umum

32. Pesan moral dan nilai toleransi

33. Arah pengembangan studi Islam Bali ke depan

Lampiran

34. Peta kampung Muslim di Bali

35. Daftar tokoh ulama dan cendekiawan Muslim Bali

36. Kronologi perkembangan Islam di Pulau Dewata

37. Daftar Pustaka (contoh referensi awal)