Jumat, 22 Agustus 2014

78: Angkat Lemari

Angkat Lemari
Intermeso 78

Menghadapi tahun pelajaran baru, pesantren sibuk mempersiapkan sarana dan prasarana pendidikan. Orang tua santri juga sibuk mempersiapkan keperluan anaknya.
   
Alkisah, di salah satu pesantren Darunnajah Cabang, 15 Juli adalah hari kedatangan santri baru. Para santri yang diantar orang tuanya, setelah menyelesaikan administrasi yang diperlukan, kemudian mereka melihat kamar dan menaruh barang-barang di kamar yang sudah ditentukan.
   
Lemari pakaian dan buku sudah tersedia, tetapi karyawan belum sempat mengangkat ke kamar santri, mohon maklum karena saat itu pekerjaan memang banyak. Maka para wali santri berinisiatif mengangkat lemari ke kamar.    
   
Salah seorang wali murid ada yang mengangkat lemari sambil ngomong, "Saya ini lurah, harus angkat lemari juga!". Teman saya yang kebetulan wali santri menimpali, "Jangankan lurah, saya saja yang punya yayasan, angkat lemari juga!"  
   
Di situ memang tidak ada pejabat, yang ada adalah para wali santri yang menginginkan anaknya menuntut ilmu.

Tahun 1987 di Darunnajah pusat ada cerita yang mirip, ketika salah seorang ustadz kebetulan lewat, disuruh angkat lemari oleh salah seorang wali santri, terus dikasi uang, tapi tidak diterima.
   
Hal ini bisa saja terjadi, karena wali santri belum tentu kenal siapa ustadz dan siapa bukan ustadz, atau memang ada ustadz yang bertampang karyawan. Makanya pada saat seperti itu ustadz harus pakai dasi, pasti tidak ada yang berani menyuruh angkat lemari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar