Senin, 24 September 2012

Darunnajah yang Lain

   
Intermeso 22: Darunnajah yang Lain

Nama dan Logo Darunnajah Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan sudah terdaftar  di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan HAM RI, nomor IDM000269341, tanggal 21 September 2010 setelah melalui verifikasi selama 18 bulan.Di Indonesia, setidaknya ada 53 Pondok Pesantren Darunnajah yang lain, sbb:


1. PP. Darunnajah Wassalamah, Desa Muara Baru Pasir Bangun, 085262834714, Lawe Alas, Aceh Tenggara
2.  PP.  Darun Najah, Rambayan,  Peukan Baru, Pidie
3. PP. Darun Najah Al-Aziziyah, Rawa Gampong, 085260214918, Pidie, Pidie, NAD
4. PP. Darun Najah, Desa Lheue Simpang 0644-541033 Jeunieb Bireuen
5. PP. Darunnajah, Gampong Seunebok Panton Nurussalam Aceh Timur
6. PP. Darunnajah, Jl. IDT Sungai Alah Hulu Kuantan Kuantan Singingi Riau
7. PP. Darun Najah, Dusun Baru Senamat  Palepat Bungo Jambi
8. PP. Darun Najah, Desa Tumbuh Duri 0748-303002 Kayuaro Kerinci Jambi
9. PP. Darunnajah, Sumber Agung 0712-336159 Lempuing Ogan Komering Ilir Sumsel
10. PP. Darunnajah, Mendayun 0813-67978076  Madang Suku I Ogan Komering Ulu Tim
11. PP. Darun Najah, Jl. Pembangunan 2 Desa Bangun 0712-360890 Tanjung Batu Ogan Ilir
12. PP. Nurunnajah, Jl. Yos Sudarso  Lubuk Linggau Selatan Kota Lubuk Linggau
13.  PP. Darun Najah, Kp. Setia Budi Gunung Terang Tulang Bawang Lampung
14.  PP. Darun Najah, Agung Jaya Lambu Kibang Tulang Bawang Lampung
15.  PP. Darun Najah, Sambikarto Sekampung Lampung Timur Lampung
16.  PP. Darun Najah, Braja Harjosari Braja Selebah Lampung Timur Lampung
17.  PP. Daar Annajah, Blok Makbaroh Rt.11 Rw.04 Astanajapura Cirebon Jabar
18.  PP. Darul Najah, Jl. Banjar Kulon 08122750061 Banjarmangu Banjarnegara Jateng
19.  PP. Darunnajah, Rt.01/03,  Butuh Purworejo Jateng
20.  PP. Darun Najah, Karanganyar Wadaslintang Wonosobo Jateng
21.  PP. Darunnajah, Sidepok Kepil Kepil Wonosobo Jateng
22.  PP. Darunnajah Putra-Putri, Ngemplak Kidul 0293453433 Margoyoso Pati Jateng
23.  PP. Darunnajah, Talun Kedungsari 081325578512 Gebog Kudus Jaten
24.  PP. Darunnajah, Krajan Rt. 02/Rw. 03 0291771955 Bangsri Jepara Jateng
25.  PP. Darun Najah, Ploso Gesing kandangan 0293 5506051 Kandangan Temanggung Jateng
26.  PP. Darun Najah Assalamah, Ngrukem jalen 0352-311326 Mlarak Ponorogo Jatim
27.  PP. Darunnajah, Jl. Sukarno-Hatta 22 0355-792189 Trenggalek Trenggalek Jatim
28.  PP. Darunnajah, Tenggur 0355-396634 Rejotangan Tulungagung Jatim
29.  PP. Darun Najah, Gendang Sewu Barat 0354 398962 Pare Kediri Jatim
30.  PP. Darrunnajah, Ds. Kamal Banyakan Kediri Jatim
31.  PP. Salafiyah Darun Najah, Jl. Kendedes No.108 Candirengg 0341-452693 Singosari Malang Jatim
32.  PP. Darun Najah, Jl. Pesantren 51 0341464095 Karangploso Malang Jatim 
33.  PP. Darun Najah, RT. 12 RW. 3  Petahunan 0334-886046 Sumbersuko Lumajang Jatim
34.  PP. Salafiyyah Darun Najah, Bago Rejo Gemukmas Jember Jatim
35.  PP. Al Ikhlas Darun Najah, Karang Harjo 0331-520118 Silo Jember Jatim
36.  PP. Darunnajah, Kedung Sumur Tegaldlimo Banyuwangi Jatim
37.  PP. Darun Najah, Tanjungsari Krajan 0333-397890 Cluring Banyuwangi Jatim
38.  PP. Darun Najah, Jl. KH. Harun 03 0333417203 Banyuwangi Banyuwangi Jatim
39.  PP. Darun Najah, Jasaba Tapen Bondowoso Jatim
40.  PP. Darun Najah, Jl Sekar Putih Indah 1A 0332 422060 Tegal Ampel Bondowoso Jatim
41.  PP. Darun Najah, Jl. Raya Bondowoso  Panji Situbondo Jatim
42. PP. Darun Najah, Jl. Anggrek Gg. 02 Treceh 0321690792 Pacet Mojokerto Jatim
43. PP. Darun Najah, Kebonagung  358-325743 Sawahan Nganjuk Jatim
44. PP. Darun Najah, Desa Semare Berbek Nganjuk Jatim
45. PP. Darun Najah, Ds. Ngadipuro Widang Tuban Jatim
46. PP. Darun Najah, Jati Rembe 085 648 / 853 6 Benjeng Gresik Jatim
47. PP. Darun Najah, Kapedi Bluto Sumenep Jatim
48. PP. Darunnajah, Gadu Timur Ganding Sumenep Jatim
49. PP. Darun Najah, Kampung Islam Kepaon 0361-728138 Denpasar Selatan Kota Denpasar Bali 
50. PP. Darunnajah Al Mas'udiyah, Ahmad yani 0361-261156 Denpasar Barat Kota Denpasar Bali
51. PP. Nurun Najah, Jl. Bandara Letkol Wisnu Gerokgak Buleleng Bali
52. PP. Darunnajah Al-Falah, Telaga Waru Gubuk Ida Labuapi Lombok Barat  NTB
53. PP. Darunnajah, Jl. KH. M. Arsyad No. 2 0811423320 Towuti Luwu Timur Sulsel.

Itu Darunnajah yang sudah lapor diri dan sudah tercantum di Kementrian Agama Republik Indonesia, mungkin juga masih ada Darunnajah yang belum mendaftarkan diri.


PGTK Darunnajah:

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah Membuka Program studi Baru Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK) Sarjana (S1) Izin Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 3656 tahun 2014 tertanggal 1 Juli 2014. 

Perkuliahan dimulai September. 

Alamat: Jl. Ciledug Raya No.1 Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan 12250. 

Hubungi: 

Siti Nurhidayah: 0812 18599965 

Restu Umi: 081316267566 

Kantor: 02171050880


Email: pgtk_darunnajah08@yahoo.com



http://pgtkdarunnajah.com/

Rabu, 19 September 2012

Intermeso 21: Belajar Malam


     Ujian mid semester tinggal dua hari lagi. Suasana belajar malam tetap semarak, meskipun Kampus Darunnajah baru saja diguyur hujan.
    Santri putra mayoritas belajar di Masjid, karena kursi taman basah tersiram hujan. Alfa Mart Darunnajah juga sepi dari pembeli. 
     Saat belajar malam, memang santri dilarang untuk berbelanja, meskipun santri itu sedang piket (bulis). Kira-kira pk. 21.00, di Alfa Mart, seorang santri berseragam Pramuka memaksa membeli minuman, sambil memegang botol minuman berwarna biru.
Santri: "Boleh dong, saya beli minuman!?"
Kasir: "Belum boleh dik!?"
Santri: "Boleh dong mBak, saya kan bulis!?"
Kasir: "Belum Dik, bulis kan juga belajar!"

Intermeso 20: Keturunan ke-8



     Agustus 2009 Indonesia kembali mendapat musibah, gempa bumi menggoyang Sumatera Barat, maka Biro Kemasyarakatan Darunnajah kembali membuka Posko bantuan di depan Pesantren dan STAIDA di depan kampusnya di Cipulir.  
      Sedangkan PGTK ingin  menyalurkan bantuan, dengan mengedarkan kotak di mal dan pom bensin. Maka kami mencoba survey di Pom Bensin Bintaro, Carrefour Lebak Bulus dan Bintaro Plaza.
    Sepulang dari survey, waktu mobil melaju pelan di atas rel kereta Bintaro, karena kendaraan cukup padat, tiba2 pintu mobil dibuka seorang wanita langsung masuk dan duduk di jok tengah.
    Wanita itu badannya kotor, pakaiannya kotor, dan membawa seikat sayur kangkung, mulutnya kumat-kamit.  
    Wanita tadi dikasi uang seribu, tdk mau turun; dua ribu, tidak mau juga; lima ribu, langsung buka pintu dan turun. 
    Ternyata pengemis, saya kira orang gila. Ini modus baru. Mungkin wanita tadi orang kaya, tapi keturunan ke-8 (maaf pinjam iklan XL).
    Peringatan juga bagi yg lain, kalau naik mobil pintunya supaya dikunci, klek!.

Kamis, 07 Juni 2012

Intermeso 19: Do'a-do’a Mustajabah



            Di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masy'aril Haram lainnya; banyak tempat berdo'a yg mustajabah. 
            Atas usaha pesantren Darunnajah, saya bersama teman pada tahun 1998 menunaikan ibadah haji.
            Seperti biasa, banyak  yg nitip do'a. Supaya tidak lupa, saya sediakan buku kecil, untuk menulis nama dan do'a yg dihajatkan. Lagi pula, jika do'anya bersifat "khusus", tdk berlu malu ngomong, cukup tulis di buku kecil saja.
            Di tempat2 mustajabah dan di waktu-waktu yang mustajabah pula, buku "pesanan do'a" itu saya baca satu-satu dg konsentrasi yang ada.
            Alhamdulillah setelah satu tahun, dua tahun, tiga tahun; do'a-do’a itu dikabulkan Allah, dan setelah 12 tahun, buku kecil itu saya buka kembali, dan ternyata do'a-do’a yg dipesan sudah dikabulkan semuanya.  
            Ternyata untuk mustajabah, do'a memerlukan waktu, ada yg satu tahun, dan ada juga yg 12 tahun.

Senin, 30 April 2012

Intermeso 18: Malam Sejuta Belalang

       Tahun 1998, meskipun negara kita sedang dilanda krisis moneter yg berkembang menjadi krisis multidimensional, alhamdulillah kami berkesempatan menunaikan ibadah haji. Kloter kami tergolong awal, sehingga jamaah melasanakan arbain dulu di Masjid Nabawi di Madinah, baru setelah itu ke Makkah. Kami tinggal di Kota Rasul salama 9 hari, dari tanggal 11 sampai 19 April. Pada saat itu sedang terjadi pergantian musim, dari musim dingin ke musim panas. Maklum, di negeri yg beriklim sub tropis itu hanya mengenal dua musim: musim dingin dan musim panas. Selama di Madinah, biasanya jam 02 malam kami sudah ke Haram, dengan harapan masih ada tempat untuk duduk dan berdo'a di Raudhah. Sebagaimana saya meyakini, Raudhah adalah tempat yang mustajabah untuk berdo'a. Pada suatu malam, kira-kira jam 03, lampu taman di sekitar Masjid Nabawi dirubung belalang, seperti halnya laron merubung lampu pada musim hujan di Tanah Air. Belalang yang jumlahnya ribuan, bahkan mungkin jutaan itu beterbangan merubung lampu, dan sebagian sudah berserakan di atas lantai marmer. Sehabis salat Subuh, belalang itu disapu dan dikumpulkan oleh petugas kebersihan, hasilnya berkarung-karung dan diangkut dengan mobil kebersihan. Nampaknya, dengan keluarnya belalang sebesar jempol itu ke atas permukaan bumi sebagai pertanda bahwa musim dingin sudah usai dan akan berganti musim panas.

Minggu, 15 April 2012

Intermeso 17: Ustadz Asia-Pasifik

Jumat 13 April 2012, pk 14.00 Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta mendapat kunjungan peserta The International Committee of the Red Cross (ICRC) Asia-Pasifik.

Kunjungan disambut dengan berbagai kegiatan santri, di pintu gerbang ada satuan pengawal, di depan Alfa Mart ada marching band corps putri, di depan Gedung Nusantara ada marawis, silat, pramuka putra, dan pramuka putri. Di samping pula pagar betis santri sepanjang jalan menuju Baitul Wakif.

Tamu Palang Merah Internasional yang berasal dari negara-negara di Asia-Pasifik yg berjumlah 65 itu transit di Gedung Baitul Wakif kemudian dibagi dua, ada yg ke GOR dan ada pula ke Gedung Rektorat.

Di GOR dan Rektorat sudah disiapkan kelas microteaching sebagaimana layaknya kelas. Sebagai pengajar Ust Ma’rifah M. Zein di GOR dan Ust Miftah Ahmad di Rektorat. Sungguh luar biasa, Ustadz dan Ustadzah yg relatif sangat muda itu, saat mengajar disaksikan 65 peserta ICRC dari negara2 di Asia dan Pasifik. Atau anggap saja sebagai amaliah tadris kedua.

Kegiatan dilanjutkan dg pertemuan di Aula 4 Windu. Acara didahului dg penampilan angklung, yg mendapat aplaus para hadirin. Kata sambutan dari pihak ICRC disampaikan oleh Mr. Sukhdev Sigh dan dari Darunnajah Ust M. Hasan Darojat, dilanjutkan dg tanya-jawab. Acara ditutup jam 16.45, namun para tamu nampak masih betah dan menikmati suasana pesantren.

Semoga kedatangan para tamu akan membawa berkah.

Kamis, 05 April 2012

Pasaran di Kota Santri

Intermeso 61: Pasaran di Kota Santri

Kaliwungu adalah sebuah kota kecamatan di barat Semarang. Disebut juga kota santri karena banyak santrinya dan banyak pula pesantrennya. Di dua Kelurahan Kaliwungu Wetan dan Kaliwungu Kulon, pada tahun 1970-an terdapat 50 pesantren besar dan kecil.
Setiap masjid atau musala mempunyai seorang kiai yang alim membaca kitab kuning sekaligus sebagai pimpinan pesantren di musalla atau masjid tersebut.

Tradisi di pesantren Kaliwungu pada bulan Puasa, para santri belajar kitab kuning secara intensif, sebagai contoh: Tafsir Jalalain dibaca dapat selesai dalam waktu 20 hari. Kegiatan mengaji seperti itu sering disebut "pasaran". Seorang kiai membaca dan mengartikan kitab kuning dan para santri mendengarkan sambil mencatat.

Ada beberapa tempat kegiatan untuk mengaji. Di masjid besar Kaliwungu bisa dipakai tiga kiai. Santri boleh memilih tempat mengaji, juga waktu bisa dipilih; pagi, ba'da Dzuhur, atau ba'da Tarawih. Seorang santri juga boleh pilih, mau ngaji kitab apa? Tinggal pilih, tempat, waktu, kitab apa? dan siapa kiainya.

Tahun 1977, di awal bulan puasa saya berangkat ke Kaliwungu, tujuan saya ikut "pasaran". Membawa beras 15 kilo, uang, dan pakaian secukupnya.

Untuk belajar kitab, saya pilih waktu pagi jam 7 sampai jam 12 dan ba'da Dhuhur.

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa belajar 20 hari sudah selesai. Tapi saya masih menunggu Tafsir Jalalain yang akan khataman tanggal 21 siang.

Tanggal 21 Ramadhan ba'da Asar saya siap-siap untuk pulang ke Sukorejo. Di depan Masjid Besar saya menyetop mobil Colt berwarna hijau tua. Kaki saya sudah melangkah, hampir memasuki mobil. Tiba-tiba terdengar suara memanggil, "Ris, tunggu saya sebentar, saya mau bareng Kamu!". Ternyata Nasir, teman saya di SD dulu. Rupanya ikut pasaran juga, tapi 20 hari di Kaliwungu tidak pernah ketemu. Senang juga ketemu teman sekampung, karena perkiraan akan sampai Sukorejo sudah malam.

Agak lama memang, Nasir yang saya tunggu datang juga, langsung kami berdua naik mobil Colt. Di barat kota Cepiring mobil behenti. Sebelum jembatan Kali Bodri ada kecelakaan. Mobil Colt warna hijau tua tabrakan denga truk, kap mobil Colt sampai terlepas dan seluruh penumpangnya mati, sementara sopir terjepit di belakang stir, dan masih belum bisa diambil, sementara mayat-mayat ditutup daun pisang dijejer di pinggir jalan.

Saya baru sadar, mobil Colt berwarna hijau tua itu mobil yang tadi saya stop, tapi batal naik karena dipanggil Nasir.
Seandainya saya naik mobil itu, tentu saja saya sudah ditutup daun pisang dan ikut dijejer di pinggir jalan.

Saya memang percaya takdir, tapi sejak itu saya lebih percaya lagi, bahwa kematian seseorang adalah rahasia Ilahi.