Rabu, 19 September 2012

Intermeso 20: Keturunan ke-8



     Agustus 2009 Indonesia kembali mendapat musibah, gempa bumi menggoyang Sumatera Barat, maka Biro Kemasyarakatan Darunnajah kembali membuka Posko bantuan di depan Pesantren dan STAIDA di depan kampusnya di Cipulir.  
      Sedangkan PGTK ingin  menyalurkan bantuan, dengan mengedarkan kotak di mal dan pom bensin. Maka kami mencoba survey di Pom Bensin Bintaro, Carrefour Lebak Bulus dan Bintaro Plaza.
    Sepulang dari survey, waktu mobil melaju pelan di atas rel kereta Bintaro, karena kendaraan cukup padat, tiba2 pintu mobil dibuka seorang wanita langsung masuk dan duduk di jok tengah.
    Wanita itu badannya kotor, pakaiannya kotor, dan membawa seikat sayur kangkung, mulutnya kumat-kamit.  
    Wanita tadi dikasi uang seribu, tdk mau turun; dua ribu, tidak mau juga; lima ribu, langsung buka pintu dan turun. 
    Ternyata pengemis, saya kira orang gila. Ini modus baru. Mungkin wanita tadi orang kaya, tapi keturunan ke-8 (maaf pinjam iklan XL).
    Peringatan juga bagi yg lain, kalau naik mobil pintunya supaya dikunci, klek!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar