Cerita ini sudah agak lama.
Kira-kira pada awal Darunnajah merenovasi Vila-2 di Cipanas.
Adalah sopir Darunnajah sedang membawa barang menuju Cipanas, di jalan tol Jagorawi dikejar polisi jalan raya (PJR).
Karena merasa tidak bersalah, maka mobil Darunnajah itu tetap saja melaju kencang, PJR pun terus mengejar, dan me-mepet ke kiri, dan mobil Darunnajah akhirnya minggir dan berhenti.
Pak PJR bertanya dan meyakinkan, "Dari Darunnajah ya!"
Maka jawab Pak Sopir, "Iya Pak, ada apa?"
"Saya mau nitip uang SPP untuk anak saya, namanya A kelas ...", lanjut Pak PJR.
Ternyata Pak Polisi anaknya belajar di Darunnajah dan belum bayar SPP, maklum polisikan sibuk, jadi belum
sempat.
Adalah sopir Darunnajah sedang membawa barang menuju Cipanas, di jalan tol Jagorawi dikejar polisi jalan raya (PJR).
Karena merasa tidak bersalah, maka mobil Darunnajah itu tetap saja melaju kencang, PJR pun terus mengejar, dan me-mepet ke kiri, dan mobil Darunnajah akhirnya minggir dan berhenti.
Pak PJR bertanya dan meyakinkan, "Dari Darunnajah ya!"
Maka jawab Pak Sopir, "Iya Pak, ada apa?"
"Saya mau nitip uang SPP untuk anak saya, namanya A kelas ...", lanjut Pak PJR.
Ternyata Pak Polisi anaknya belajar di Darunnajah dan belum bayar SPP, maklum polisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar