Intermeso 70: Adat Saweran
Saat prosesi haflatu takharruj berlangsung di Darunnajah 3 Serang,
para wisudawan/wisudawati tengah berdiri berderet di panggung menghadap
hadirin, seorang ibu maju ke depan melempar beberapa lembar uang kertas.
Kemudian maju lagi seorang ibu melempar beberapa lembar uang ketas dan beberapa keping uang logam. Hal seperti itu diikuti dengan beberapa ibu lainnya maju ke depan dan melempar uang yang diarahkan kepada anaknya.
Kegiatan itu menarik perhatian para hadirin dan diiringi tepuk tangan yang meriah.
Sebelumnya, pada 5 Juli 2007, pada acara yang sama yang dihadiri ketua MPR, Hidayat Nurwahid, ada seorang ibu yang maju ke panggung, membawa uang yang sudah dirangkai dengan tali yang akan dikalungkan ke putranya.
Itulah adat sawer, nyawer atau saweran.
Sebenarnya saweran berasal dari adat Sunda pada upacara pernikahan, yaitu kedua orang tua mempelai melempar kepingan uang logam atau beras kuning kepada pengantin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar