Rabu, 25 Juni 2014

Hari Libur

Intermeso 72: Hari Libur

Bagi lembaga pendidikan pondok pesantren, hari libur adalah hari yang bermasalah, karena santri harus ada kegiatan, karena tidak baik kalau santri sering kosong dan sering pulang, bisa jadi disiplin yang sudah tertanam akan terkontaminasi dengan hal negatif setelah santri pulang ke rumah.  
     

Ada pesantren yang kalau libur sekolah, santri tidak pulang, tetapi mengadakan kegiatan, contohnya Pesantren Darunnajah.
     

Berbeda dengan sekolah pulang-pergi, hari libur tidaklah terlalu damasalahkan, tinggal kunci pintu kelas dan pintu gerbang, selesai.
     

Negara Indonesia adalah negara yang paling banyak hari liburnya, setahun 13 kali. Negara lain, rata-rata hari liburnya delapan kali, bahkan negara Switzerland (tetangga Perancis) hanya lima kali.
     

Indonesia yang mempunyai enam agama utama, dan semua agama minta diakomodir hari besarnya, tentu akan menambah hari libur. 
     

Hari libur di Indonesia yang sudah banyak itu, bisa lebih banyak lagi, karena ditambah lagi dengan cuti bersama dan harpitnas (hari kejepit nasional).
   

Cuti bersama sudah menjadi keputusan bersama tiga menteri: Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
     

Sekolah Islam terbesar di Jakarta, pada hari libur agama lain, sekolah tidak libur.

Komentar:

Di negara lain ada libur musim tertentu hingga 3 bln lamanya . Walau tak banyak x nya tapi mungkin lebih banyak harinya.

 

Komentar 2:

Setahu saya, Indonesia adalah negara yang hari efektif belajarnya paling banyak (220 hari setahun) dibandingkan negara lain, karana tidak ada libur musim panas dll.

Komentar 3:

Di negara2 tertentu, terutama negara dengan empat musim, murid diliburkan selama musim panas. Tujuannya satu: agar mereka bisa menikmati matahari lebih banyak dan tidak berdiam di dalam kelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar