Intermeso 86: Salat Tarawih Diliburkan
Tidak jauh dari Pesantren Darunnajah, ada komplek
perumahan, di komplek itu berdiri sebuah masjid.
Di masjid itu pada bulan Ramadhan diselenggarakan salat Tarawih sebagaimana masjid-masjid lainnya, dengan pembinaan guru-guru muda dari Pesantren Darunnajah, bahkan imam, dan bilal-nya juga dari Darunnajah.
Seperti juga masjid-masjid lain, kegiatan tarawih nampak semarak, kalau tidak menggelar sajadah pada saat salat Maghrib, maka kita tidak akan kebagian tempat di dalam masjid, yang terlambat akan salat di depan masjid.
Kondisi demikian tentu berbeda jika Ramadhan sudah
berumur 20 hari.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pesantren Darunnajah
diliburkan mulai tanggal 20 Ramadhan siang. Mohon dimaklumi para santri dan
guru Darunnajah adalah para pendatang yang mayoritas berlebaran di kampung
halamannya, sekaligus selaturrahim dengan sanak-familinya.
Bagaimana dengan salat Tarawih di komplek
perumahan tadi? Karena para petugasnya adalah guru-guru Darunnajah yang juga
pada pulang kampung, maka tarawihnya libur.
Cerita ini terjadi pada tahun 1990-an. Tahun-tahun
berikutnya saya kurang tahu, karena saya juga pulang kampung.
Di kampung saya justru terjadi sebaliknya,
Ramadhan semakin akhir, jama'ah Tarawih semakin banyak, karena yang merantau
pada pulang kampung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar