Minggu, 17 Agustus 2014

Iklan: Brosur Panduan PGTK Darunnajah


بسم الله الرحمن الرحيم




PENDIDIKAN GURU
RAUDHATUL ATHFAL/
TAMAN KANAK-KANAK
(PGRA/TK) DARUNNAJAH

Jenjang Pendidikan:
Sarjana Setrata 1 (S1)
 



Tahun Akademik 2014-2015


Kampus:
Gedung Darunnajah Center
(Samping ITC Cipulir Mas) Jl. Ciledug Raya No.1
Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan 12250,
Telp. (021) 710.50880,

0812.18599965 (Nur), 0813.16267566(Umi)



Pendahuluan

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah menyelenggaraan Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) atau Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK) Sarjana (S1)
Izin Penyelenggaraan termaktub dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Nomor 3656 tahun 2014 tertanggal 1 Juli 2014.
PGRA/TK Darunnajah melaksanakan pendidikan keahlian, mempersiapkan calon guru Raudlatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-kanak (TK) profesional serta mampu mengantisipasi dan memenuhi tuntutan zaman.

Visi
Mempersiapkan calon guru TK/RA profesional, berwawasan Islami dan memiliki jiwa nasionalisme, serta dikembangkan sebagai pusat studi TK/RA yang bercorak Islam dan berperanserta dalam pembinaan dan peningkatan mutu TK/RA secara umum.

Misi

Mendidik calon guru TK/RA yang memiliki kinerja yang profesional, berwawasan Islami dan memiliki jiwa nasionalisme, serta berperanserta dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat melalui kegiatan pengembangan pusat studi Islam di TK/RA yang bercorak Islam dan kegiatan pembinaan dan pengembangan mutu TK/RA secara umum. Juga berperanserta dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tentang guru TK/RA di lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat.

Tujuan
  1.  Menghasilkan guru TK/RA yang profesional, berwawasan Islam dan berjiwa nasionalisme
  2. Menghasilkan guru TK/RA yang mampu menganalisa dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam pengembangan tugas perkembangan anak usia prasekolah
  3.  Menghasilkan guru TK/RA yang dapat membimbing dan sekaligus sebagai fasilitator bagi anak usia prasekolah yang mengalami masalah
  4.  Mengembangkan pusat studi TK/RA yang bercorak Islami serta terlibat dalam pembinaan dan peningkatan mutu TK/RA.


Kompetensi
1.      Menganalisis dan menjabarkan kurikulum TK/RA
2.    Merencanakan, mengelola dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran di TK/RA, menganalisis, memodifikasi dan menjabarkan bahan ajar untuk kegiatan pembelajaran di TK/RA
3.      Menganalisis dan membuat solusi terhadap permasalahan yang dihadapi anak TK/RA
4.    Komunikasi dialogis dengan anak TK/RA, orang tua dan masyarakat dalam rangka membina perilaku anak TK/RA yang berbudi pekerti luhur dan yang dilandasi nilai-nilai Islami.

Ciri Khas
Bahasa Arab dan Inggris untuk anak-anak, komputer untuk anak-anak.

Fasilitas
·         Perpustakaan
·         Laboratorium bahasa
·         Laboratorium IPA
·         Laboratorium komputer
·         Sekolah praktik
·         Sarana olah raga
·         Aula
·         Balai pengobatan
·         Tempat parkir
·         Theatre school

Kegiatan
·         Program Pengalaman Lapangan (PPL)
·         Seminar
·         Peragaan manasik haji
·         Observasi
·         Kegiatan sosial
·         Studi banding
·         Muhadharah
·         Out bond 
·        Ibadah amaliah.

Pendaftaran
Gel
Pendaftaran
Testing
Daftar Ulang
I
Agus–Sep 14
28 Sept 214
30 Sept 2014

Persyaratan
1.      Pendidikan minimal SLTA
2.      Mendapat izin dari sekolah/yayasan bagi guru aktif
3.      Sehat jasmani dan rohani
4.      Mengisi formulir pendaftaran dengan menyertakan:
a.      2 (dua) lembar fotocopi ijazah terakhir yang dilegalisir
b.      3 (tiga) lembar pas foto 2 x 3
c.      2 (dua) lembar pas foto 3 x 4
5.      Membayar biaya pendaftaran Rp200.000,- (Dua ratus ribu rupiah).

Biaya
1.      Formulir                                  Rp    200.000,-
2.      Orientasi studi dan jaket        Rp    300.000,-
2.   Uang pangkal                          Rp 1.750.000,-
3.   Uang kuliah per-semester       Rp 2.000.000,-
      Jumlah                                      Rp 4.250.000,-
(Empat juta dua ratus lima puluh ribu rupiah)


Tempat Pembayaran
Pembayaran dilakukan melalui:
Bank Muamalat Indonesia Cab. Fatmawati
a.n. PGTK/PGSD Darunnajah,
   No. rekening 3740000598

Waktu Perkuliahan
 1.      Perkuliahan dimulai tanggal 1 Oktober 2014
 2.      Waktu perkuliahan:

Pilihan
Hari
Waktu
1
Senin - Kamis
08.00-12.00
2
Senin - Kamis
14.00-18.00

Lowongan Dosen PGTK

PGTK Darunnajah 
(Samping ITC Cipulir Emas, Jakarta Selatan) 
membutuhkan beberapa tenaga dosen berijazah S2 PAUD, yg berminat dapat menghubungi 0816.1369341 (Haris)

Lowongan Dosen PGSD

Lowongan Dosen PGSD:

PGSD Darunnajah 
(Samping ITC Cipulir Emas, Jakarta Selatan) 
membutuhkan beberapa tenaga dosen berijazah S2 Dikdas, yg berminat dapat menghubungi 0816.1369341 (Haris)

Jumat, 11 Juli 2014

Iklan: Prodi Baru Pendidikan Guru TK

Hari Ini pada 4:35 PM
Prodi Baru Pendidikan Guru TK

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah membuka  program studi baru Pendidikan Guru TK

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darunnajah mendapatkan ijin penyelenggaraan Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) atau Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK) Sarjana (S1)

Ijin Penyelenggaraan Prodi PGRA itu termaktub dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI Nomor 3656 tahun 2014 tertanggal 1 Juli 2014.

Semester ini menerima pendaftaran mahasiswa baru dan perkuliahan dimulai September.

Alamat:
Gedung Darunnajah Center 
(Samping ITC Cipulir Mas) 
Jl. Ciledug Raya No.1 Ulujami Pesanggrahan Jakarta Selatan 12250,.
Brosur | PGTK Darunnajah


Hubungi:
Siti Nurhidayah: 0812 18599965
Restu Umi:  081316267566
Kantor: 02171050880
Email: pgtk_darunnajah08@yahoo.com
http://pgtkdarunnajah.com/



lembaga pendidikan islam pondok pesantren  modern boarding school 

perguruan tinggi  sekolah tinggi 

Selasa, 08 Juli 2014

Sidang Isbat dan Darul Ifta'

Intermeso 76: Sidang Isbat dan Darul Ifta'

     
Kemaren sore menteri Agama RI kembali menggelar sidang isbat untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan 1433.  Meskipun sidang sudah memutuskan tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012, namun belum berarti umat Islam memulai ibadah puasa dengan serempak pada hari Sabtu. Muhammadiyah sudah mengumumkan akan memulai puasa pada hari Jumat.
   
Yang menjadi persoalan adalah tinggi hilal kemarin sore baru 1,41 derajat, sehingga tidak bisa di-ru'yah, meskipun ada peserta sidang yang mengaku sudah melihat hilal di Cilincing Jakarta Utara, dan pengakuan itu diragukan mengingat cuaca di Jakarta pada saat itu mendung dan laporan dari berbagai titik ru'yah di seluruh Indonesia tidak ada yang melihat hilal. 
   
Memang di Indonesia, tanggal 1 Ramadhan dan tanggal 1 Syawwal sering tidak serempak. Yang menjadi pokok persoalan adalah metode yang berbeda, metode ru'yah dan hisab. Sebenarnya dua metode itu dapat disatukan dan saling menunjang, metode hisab sabagai penentu posisi dan waktu untuk hilal yang akan di-ru'yah. 
   
Sebenarnya sudah disepakati, untuk menentukan bulan baru: (1) tinggi hilal di atas 2 derajat, dan (2) ijtima' (tanggal nol) harus sudah berumur 8 jam.    
   
Walhasil, di Indonesia puasa dimulai hari Sabtu, hanya Muhammadiyah  yang memulai pada hari Jumat dan Jam'iyah Annadzir (Sulsel) pada hari Kamis, Toriqoh Naqsabandiah (Sumbar) hari Rabu, sedangkan Islam Aboge di Banyumas hari Sabtu-manis. 
     
Saya sempat bertanya pada teman-teman yang sempat belajar di Timur-Tengah, "Bagaimana pemerintah menetapkan awal Ramadhan atau Idul Fitri?".
   
Di Mesir ada  Darul Ifta' semacam MUI di Indonesia dan di negara-negara Arab ada Mufti yang berhak mengeluarkn fatwa, dan mufti cuma satu orang, keputusannya tidak akan terpecah, satu negara harus tunduk pada fatwa mufti tersebut, tanpa kecuali.
     

Kata teman saya lagi, "Di Indonesia rupanya banyak mufti". Sudah ada sidang isbat, tetap saja tidak bulat.

Syekh Madinah dan Polisi Cepek

   
Pesantren Darunnajah kembali mengadakan dauroh (penataran) Bahasa Arab dan muqobalah (seleksi masuk Universitas Islam Madinah), 27 Juni sampai 12 Juli 2012.

Dauroh guru bahasa Arab dan Imam masjid dan Khotib ini merupakan dauroh ketiga yang diselenggarakan bekerjasama dengan Universitas Islam Madinah.
   
Meskipun dauroh baru akan dimulai 27 Juni, sejak 21 Juni sudah ada seorang syekh yang tinggal di Darunnajah.
   
Pada suatu sore syekh minta diantar ke toko swalayan, maka dua orang ustadz mendampinginya menuju Carrefour Lebakbulus.
   
Jalan menuju Lebakbulus memang agak macet, di pertigaan rel kereta api Bintaro, ada “Polisi Cepek” yang sedang mengatur lalu-lintas. Bagi kita, itu pemandangan biasa sehari-hari, tetapi bagi Syekh  merupakan pengalaman baru, di negerinya bisa jadi tidak ada pekerja seperti ini. 
   
"Ini polisi apa bukan?, kok tidak pakai seragam". Kira2 demikian yang ada dalam fikiran Syekh. 
   
Pekerja seperti itu banyak terdapat di perempatan Jakarta. Disebut “Polisi Cepek”, atau juga disebut “Pak Ogah”. 
   
Maka Syekh bertanya, "Hal huwa syarthiyyun?" (Apakah dia polisi?), dijawab, "La, laisa huwa syarthiyyan!" (Bukan, dia bukan polisi!) 
   
Syekh bertanya lagi, "Huwa, mutathowwi'?" (Apakah dia sukarelawan). Maka dijawab, "Na'am!".
   
Sebenarnya akan dijawab "Itu Polisi Cepek", atau "Pak Ogah", cuma apa ya, bahasa Arabnya?
   
Itu kan istilah lokal, jangan-jangan belum masuk kamus bahasa.

Makasar, Kota yang Gonti-ganti Nama

Intermeso 74: Makasar, Kota yang Gonti-ganti Nama

Kotamadya dan ibu kota Sulawesi Selatan ini bernama Makasar. 

Nama Makasar berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makasar "mangkasara" yang berarti yang menampakkan diri atau yang bersifat terbuka. 
   

Tahun 1971 nama Makasar diganti menjadi Ujungpandang dengan keputusan DPRD Kodya Makasar. Pergantian nama bukan karena Makasar sering diplesetkan menjadi manusia kasar, tetapi lebih beralasan politik. Penduduk kota Makasar tidak hanya terdiri dari Suku Makasar saja, tetapi sudah multi etnis. Dengan alasan nasionalisasi itulah nama Makasar dirubah, dan  tidak lagi terkesan etnis dan sektoral. 
   

Pergantian nama itu menjadi perdebatan yang panjang dan lama. 
   

Tahun 1999 oleh Presiden Abdurrahman Wahid, nama kota ini dikembalikan menjadi Makasar lagi dengan alasan, pada saat itu nama daerah tidak akan mendorong adanya disintegrasi, justru yang menjadi persoalan adalah bila pemerintah daerah dan pusat tidak berlaku adil kepada rakyat, demikian Gus Dur.