Selasa, 27 Maret 2012

Intermeso 13; Cobaan bagi Guru Baru

Akhir tahun 1978, saya guru baru, mengajar di SD Darunnajah. Gedung sekolah yg ada pada saat itu: Gedung Fatahillah I untuk unit pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs.) dan Madrasah Aliyah (MA), Gedung Fatahillah II untuk Sekolah Dasar (SD), dan Gedung Fatahillah III untuk Taman Kanak-kanak (TK), sudah selesai dibangun dan diresmikan 1979.
Gedung sekolah tiga unit tersebut dibangun Gubernur DKI Ali Sadikin. Setiap unit ditengkapi, kantor, MCK, dan guest house; setiap kelas, selain dilengkapi meja-kursi murid, dilengkapi juga meja guru dan lemari kelas.
Pada suatu hari ketika sedang mengajar di kelas 6, saya ada keperluan ke kantor sebentar dan segera balik lagi ke kelas. Entah kenapa anak-anak di kelas pada tertawa, saya jadi kebingungan. Mungkinkah mereka itu mentertawakan saya? Tiba-tiba lemari kelas terbuka dan seorang murid muncul dari dalam lemari. Semua murid tertawa. Saya pun tdk mau kalah, kali ini saya pura-pura ke kantor lagi sebentar, terus kembali lagi ke kelas. Betul, satu anak tidak ada. Saya pura-pura tidak tahu. Denga tenang lemari saya dekati, dan ... anak kunci saya putar, "klik", lemari terkunci.
Dengan tenang saya melanjutkan menerangkan pelajaran, tetapi seluruh murid di kelas tegang, seakan menunggu apa yg akan terjadi. Setelah beberapa menit, lemari saya buka, dan seorang murid keluar dengan malu-malu, bajunya basah penuh keringat.
Tidak ada murid yg tertawa, semuanya tegang. Dan murid pun minta ma'af. Pak guru kok dilawan. Hari-hari berikutnya suasana mengajar lebih enak, peristiwa seperti itu tidak terjadi lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar