Minggu, 11 Maret 2012

Intermeso 4: Masjid atau Lapangan

Ini cerita dari guru saya, pada tahun 1972, di kampungnya di kota T ada dua aliran tentang shalat Ied. Aliran yang satu berpendapat, shalat Ied bagusnya di lapangan supaya lebih syi'ar, aliran yg kedua bilang, selama ada masjid baiknya di masjid.
Maka pada pagi-pagi buta ada yg sengaja menyiram masjid supaya semua warga shalat di lapangan.
Ternyata pada hari itu cuaca tidak mendukung, pagi itu hujan lebat. Maka, kedua aliran itu tidak shalat Ied.

Cerita dari teman saya lebih seru lagi. Supaya tidak salat di lapangan, maka seminggu sebelum lebaran, lapangan itu dijadikan tempat menggembala kerbau, yg menjadikan lapangan itu penuh dengan "bintang lapangan" (ma'af kotoran binatang), sehingga semua orang akan shalat Ied di masjid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar