Jalan Ulujami Raya di tahun 1970 sampai awal tahun 1980-an bernama jalan Darunnajah Raya, jalan itu diaspal karena adanya Pesantren Darunnajah. Untuk menjaga jalan aspal tidak cepat rusak, di ujung depan jalan dipasang portal untuk membatasi mobil besar yg akan masuk.
Portal dibuat dari besi tebal, yang dapat dibuka dan ditutup lagi sesuai kebutuhan.
Akhir tahun 1978 kelas 3 SD mengadakan studi tour, rencananya ke Monas dan Musium Gajah. Sebagai guru mata pelajarn IPA saya diajak pula. Tentu saja rasanya senang dapat jalan-jalan gratis.
Mobil yang disewa adalah mobil Colt denga bak tertutup terpal, semacam mobil belanja milik koperasi Darunnajah sekarang.
Pagi itu peserta studi tour masuk ke mobil. Saya kebagian bergelantung di belakang. Dan mobilpun jalan.
Mendekati jalan Ciledug raya terdengar teriakan, "Portal!, portal!" Saya tidak paham apa itu portal. Ternyata kernet mobil itu menarik tangan saya agar kepala saya nunduk.
Saya baru paham, kalau saya tidak nunduk kepala saya bisa hilang terkena portal.
Saya juga baru paham kalau besi yang melintang di atas jalan itu namanya "portal". Maklum saya dari kampung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar