Tahun 1978 akhir, saya guru baru di Darunnajah yg mengajar di SD. Teman dekat saya Pa' Muhsinin, selain mengajar, Pa' Sinin juga ditugasi sebagai TU-SD.
Pada saat itu, guru yg mukim di Darunnajah tidak lebih dari 15 orang, dan santri mukim tidak lebih dari 60 orang, itu juga sudah termasuk murid SD yg mukim.
Rapat mingguan diadakan rutin setiap Kamis malam. Di antara pengarahan pimpinan pada salah satu rapat adalah kewaspadaan, "Pesantren ini berada di ibu kota, siapa saja bisa masuk, kita harus waspada terhadap setiap tamu yg masuk"
Suatu sore menjelang Maghrib, Ust Mahrus sedang tidak di rumah, dan Ummi lagi keliling ke asrama. Tiba-tiba ada tamu suami-istri nyelonong masuk ke rumah Ust Mahrus, dan saya tanya, "Bapak ini siapa?, tolong tunggu di sini!"
Bapak itu menjawab, "Saya sering ke sini!?" Sambil terus masuk ke rumah belakang dan ke kamar mandi. Nampaknya tamu tadi mau berwudhu.
Begitu Ummi datang saya kabari kalau ada tamu terus saja masuk ke rumah Ummi. Umi menjawab, "Oh, Pak Hafizh?!" Tapi saya belum paham, siapa itu Pak Hafizh.
Belakangan saya baru tahu, Pak Hafizh itu salah seorang pengurus YKMI (sekarang Yayasan Darunnajah) sebagai Sekretaris Umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar