Khotib di Balik Kelambu
Interneso 5
Pada tahun 2006, kami mengunjungi Pulau Tidore.
Sore itu kami mengelili pulau yang tidak terlalu besar. Pulau yang dijuluki Seribu Masjid itu memang banyak masjidnya. Di sepanjang pantai banyak berdiri masjid dengan bebagai gaya arsitekturnya.
Menjelang waktu Maghrib, orang-orang berhamburan menuju masjid. Sehingga sepanjang jalan aspal yang terlihat adalah jama'ah yang menuju masjid. Yang putra berbaju koko, yang putri bermukena.
Di Pulau Tidore ada masjid bagus, ma'af namanya lupa. Mimbar tempat berkhutbah ditutup kelambu, sehingga saat khatib berkhutbah tidak kelihatan orangnya.
Kenapa demikian? Konon melaksanakan pepatah yg mengatakan "Unzhur ma qal, wa la tanzhur manqal" (Lihatlah perkataannya, jangan melihat yg berkata).
Dari pada sulit melarang orang untuk melihat khatib, lebih praktis yg berkhutbah saja yang ditutup kelambu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar