Kamis, 26 Februari 2015

217: Lompat Pagar

Lompat Pagar
(Intermeso 217)

K.H. Mahrus Amin mendapat undangan mengisi seminar di sebuah kota (sengaja tidak disebutkan). Beliau didampingi seorang alumni dan dijemput pula alumni asal kota itu.

Kebiasaan Kiai Mahrus sebelum Shubuh sudah bangun dan mencari masjid terdekat.

Di pagi itu beliau didampingi dua alumni mencari masjid, yang terdekat adalah masjid raya.
Ternyata seluruh pintu pagar masjid itu dikunci dan tidak ada satpam yang jaga. Maka dengan dibantu dua alumni, beliau melompati pagar masjid raya.

Singkat cerita empat orang itu sholat Shubuh berjama'ah dengan imam Kiai Mahrus. Apa artinya? Kalau tidak ada tamu yang lompat pagar, setiap Shubuh yang sholat hanya satu orang, artinya dia yang adzan, dia yang iqomat, dan dia pula yang sholat.

Pengalaman Kiai Mahrus sholat di Masjid Raya itu mengilhaminya dan menjadi bahan seminar. Bahan seminar yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari itu, banyak dirubah dalam penyampaiannya.

"Bagaimana hidup ini mau berkah, kalau sholat Shubuhnya tidak berjama'ah."

"Bagaimana sebuah kota akan diberkahi, kalau jama'ah Shubuhnya sepi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar