Selasa, 24 Februari 2015

Sopir Taxi dan Malaikat

Sopir Taxi dan Malaikat
Intermeso 164

Kalau Garut dikenal sebagai Kota Dodol, Kudus populer dengan sebutan Kota Jenang. Tetapi kudus juga terkenal dengan pesantren tahfizhnya.
   
Pada suatu hari, saya numpang taxi, untuk mencairkan suasana saya bertanya kepada sopir, "Pak poolnya di mana?" dan juga asal sopir, "Pak, asalnya dari mana?", pak sopir jawab, "Kudus".
     
"Wah, saya punya teman tahfizh dari Kudus, di sana ada pesantren tahfizh ya Pak?".
"Ada, Pesantren mBah Arwani," jawabnya.
     
"Mbah Arwani bagus, tahfizh-nya bagus, qiro'ahnya bagus, tilawah-nya juga bagus", lanjutnya.

Rupanya sopir ini santri juga, gumam saya dalam hati.
   
"Teman saya itu mungkin santrinya mBah Arwani, sekarang imam di Darunnajah", lanjut saya.
   
"Darunnajah berapa santrinya?", tanya pak sopir. "Dua ribu lima ratus!". Jawab saya.
   
"Wah, kalau yang jama'ah 40 orang ada satu malaikat yang turun, kalau 2500, berapa yang turun?" Lanjut pak sopir.
   
Tanpa menjawab dan menghitung pakai kalkulator, saya berfikir dan merenung sendiri. "Kalau saya salat sendirian di kamar, berapa malaikat yg turun?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar