Lupa Nama Alumni
Intermeso 217
Bersyukur, pada tahun 1998 saya bersama teman dapat menunaikan ibadah haji. Meskipun pada tahun itu negeri Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi.
Jama'ah gelombang pertama, langsung menuju Kota Nabi. Selama 9 hari kami melaksanakan sholat Arba'in, yaitu sholat berjama'ah 50 waktu di Masjid Nabawi.
Di hotel kami tinggal, ada dua alumni Darunnajah yang sedang belajar di Universitas Madinah, datang menjenguk kami.
Kami bercerita macam-macam, tentang Darunnajah dan tentang Negara Indonesia yang sedang dilanda krisis ekonomi.
Karena asyiknya, sampai saya terlanjur cerita uang saku jamaah haji yang tidak kami terima. Mestinya setiap jamaah haji menerima uang saku 1500 riyal.
Besuknya dua mahasiswa itu datang lagi, membawa dua dus kurma. Setelah kami buka ternyata masing-masing ada amplop dan beberapa lembaran uang riyalnya.
Juli 2012 Pesantren Darunnajah Pusat dan Darunnajah 2 mengirim kotingen pada acara Perkemahan Pramuka Santri Nusantara ke-3 di Batam.
Para pimpinan Darunnajah juga hadir pada acara itu sekaligus menghadiri reuni alumni Darunnajah di Kepulauan Riau.
Adalah alumni Darunnajah yang menjadi anggota dewan di Kepulauan Riau. Ia sibuk menjemput dan memfasilitasi kami.
Karena alumni itu tamatan Madinah dan anak saya baru saja enam bulan di Madinah, maka saya bercerita tentang Madinah.
Juga saya bercerita saat ibadah haji dan berziarah ke kota Suci Madinah. "Saat itu saya dikunjungi dua mahasiswa Madinah, yang satu namanya A dan satu lagi namanya saya lupa".
Maka alumni Madinah tadi menyambung, " Yang satu lagi saya Tadz".
"Subhanalloh, dengan alumni kok lupa." Mungkin karena sudah 14 tahun, jadi lupa.
Saya sering begitu, nama orang mudah lupa, tapi uang riyal tidak lupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar