Jumat, 27 Februari 2015

Kiai Meninggal, Santrinya Habis

Kiai Meninggal, Santrinya Habis

Menghadapi kegiatan Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM)  Santri Darunnajah di sebuah kabupaten (sengaja tidak disebutkan) , Kiai Mahrus Amin dijadwalkan menghadap bupati.

Saya ditugasi mendampingi Kiai, malam itu istirahat di penginapan.

Seperti biasanya, sebelum Shubuh beliau mencari masjid terdekat untuk sholat berjamaah bersama masyarakat setempat. Itu cerita sopirnya.

Saya terbangun karena mendengar suara sopirnya sedang wiridan di musholla penginapan.

Selesai sholat Shubuh saya jalan- jalan menghirup udara pagi di halaman penginapan. Dan Kiai Mahrus datang dengan menumpang becak.

Beliau bercerita, baru sholat Shubuh di sebuah masjid di kampung.

Tidak jauh dari situ ada pesantren, berdiri sejak tahun 1920, pimpinannya sudah ganti tiga generasi, jumlah santrinya sudah ribuan.

Pimpinan generasi ketiga meninggal enam bulan yang lalu. Kader penerus tidak ada. Santrinya habis.

4 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar