Intermeso 56:
Berebut Masuk Roudhoh (Satu)
Berdo'a di Roudhoh
menjadi idaman setiap orang yang menunaikan ibadah haji atau umroh. Roudhoh termasuk tempat mustajabah
untuk berdo'a dari sekian banyak tempat-tempat mustajabah.
Karena banyak yang ingin masuk Roudhoh, maka dipakai sistem buka-tutup. Seluruh jalan menuju Raudhoh ditutup plastik banner.
Orang-orang menunggu di sepanjang banner yg dipasang. Di dalam Roudhoh dijaga petugas, berdo'a di situ jangan terlalu lama, sutu-dua-tiga orang disuruh keluar, dan semua harus kelar, dan ruangan Roudhoh menjadi kosong lagi.
Maka banner pun dibuka, dan orang-orang yang sudah lama menunggu,
berlarian menuju Roudhoh, tentu saja sambil berdesak-desakan.
Karena masuk Roudhoh itu sulit maka saya memakai "guide", mahasiswa UIM yg wajahnya mirip saya.
Waktu yang dipilih ialah setelah salat Isya', waktu itu masjid sedang kosong, karena orang-orang pada umumnya sedang pulang ke hotel untuk makan malam.
Begitu banner dibuka, orang-orang berlarian masuk ke ruang Roudhoh, dalam hitungan detik, Raudhoh penuh kembali.
Karena banyak yang ingin masuk Roudhoh, maka dipakai sistem buka-tutup. Seluruh jalan menuju Raudhoh ditutup plastik banner.
Orang-orang menunggu di sepanjang banner yg dipasang. Di dalam Roudhoh dijaga petugas, berdo'a di situ jangan terlalu lama, sutu-dua-tiga orang disuruh keluar, dan semua harus kelar, dan ruangan Roudhoh menjadi kosong lagi.
Maka banner pun dibuka, dan orang-orang yang sudah lama menunggu,
berlarian menuju Roudhoh, tentu saja sambil berdesak-desakan.
Karena masuk Roudhoh itu sulit maka saya memakai "guide", mahasiswa UIM yg wajahnya mirip saya.
Waktu yang dipilih ialah setelah salat Isya', waktu itu masjid sedang kosong, karena orang-orang pada umumnya sedang pulang ke hotel untuk makan malam.
Begitu banner dibuka, orang-orang berlarian masuk ke ruang Roudhoh, dalam hitungan detik, Raudhoh penuh kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar