Jumat, 07 Maret 2014

Makan Lauknya Nasi

Intermeso 51: Makan Lauknya Nasi

            Setelah shalat Dhuhur di mushalla kampus Univertas Ummul Quro' Mekah, silaturrahim dilanjutkan di tempat lain. Kami dibawa bus kampus menuju tempat lesehan.
            Tempat lesehan ini nampaknya istimewa dibanding tempat lesehan sekitarnya yang tidak pakai atap, hanya kerangka saja.
            Di dalam ruangan yang berpendingin ada sofa panjang dan rendah yang merapat ke seluruh dinding.
            Para pimpinan Darunnajah banyak berdiskusi dengan masyayikh Ummul Quro, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan.
            Kemudian di tengah lantai karpet di bentangkan sufroh, yaitu plastik panjang untuk alas makan bersama. Nampaknya saat itu acara makan besar, Syeikh Hasan Al Bukhori akan menjamu tamunya.
            Piring besar, kecil, dan nampan yang berisi makanan dan ditutup alumnium foil diletakkan di atas sufroh.
            Setelah alumnium foil dibuka, isinya, ikan goreng, ikan bakar, ikan sayur, cah kangkung, dsb. Ada juga tamis (roti tawar bundar) dan nasi. Nasinya cuma sedikit, lebih banyak ikan dan lauknya.
            Maka ada yang komentar, "Makan ikan, lauknya nasi!".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar