Sabtu, 01 Maret 2014

Intermeso 49: Musholla Bintang Lima

Intermeso 49: Musholla Bintang Lima


            Jika iqomat dikumandangkan, banyak orang yang lari, bahkan ada yang terbirit-birit. Bagi yg belum tahu, tentu saja kaget dan bertanya, "Ada apa, kok banyak yg lari?." Itu pemandangan di jalan di sekitar Masjid Harom.
            Sholat di Masjid Harom, jangan terlambat, tidak bisa masuk masjid, bisa jadi dapat tempat di halaman masjid, di depan hotel, atau di jalan raya. 
            Untuk dapat duduk manis di dalam masjid, tanpa tersenggol orang yang lalu-lalang, tentu harus datang lebih awal sebelum waktu sholat.
            Berutunglah orang-orang yang tinggal di hotel di sekitar Masjid Harom yg ada fasilitas mushollanya, musholla itu dindingnya dari kaca dan menghadap ke Harom.
            Bagi yang sholat di shof paling depan, tentu dapat melihat orang yang sholat di Masjid Harom. Sementara  sound system di ruangan itu tersambung dengan sound system masjid. Azan dan suara imam juga tersambung ke musholla itu, sehingga banyak penghuni hotel yang salat lima waktu di musholla itu denga imam dari Masjid Harom.
            Jika bulan Romadhon tiba, tentu banyak orang yang ingin sholat di musholla seperti itu, sehingga harga hotelpun menjadi ber-lipat2.
            Itulah musholla, bagian dari fasilitas hotel berbintang lima. "Ingin sholat di musholla?", tinggal masuk lift di depan kamar, pencet tombol "M", akan sampai di musholla, tanpa berpayah-payah berlari menyebarang jalan dan berdesak-desakan di pintu masjid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar