Jumat, 07 Maret 2014

Mihrob Tidak Ada Imamnya

Intermeso 54: Mihrob Tidak Ada Imamnya


      Tahun 1980-an di kampung saya ada yang menunaikan ibadah haji, dialah orang pertama naik haji sejak saya lahir.
            Sepulang saya ibadah haji April 1998, ia datag ke rumah dan bertanya, "Di Masjid Nabawi saya sering salat di shaf paling depan di depan mihrob, tetapi imamnya tidak ada. Di mana itu imam shalat?"
            Jangan-jangan ini merupakan pertanyaan yg disimpan di dalam hati bertahun-tahun lamanya. Tetapi, karena ia orang yang pertama naik haji, bingung akan bertanya kepada siapa? Kalau kebingungan ini diceritakan kepada orang yang belum haji, hanya akan menularkan kebingungan saja, kira-kira begitu pikirnya.
            Kebetulan, sebelum naik haji, saya sudah baca buku-buku haji yang saya dapat dari Departemen Agama, sehingga pertanyaan itu alhamdulillah bisa saya jawab,
            "Masjid Nabawi pertama kali dibangun tanpa adanya Mihrob. Mihrob pertama kali dibangun pada tanggal 15 Sya'ban tahun ke-2 H setelah Rosululloh SAW menerima perintah memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis di Yerussalem ke Baitullah di Makkah. 
            Mihrab di Masjid Nabawi sekarang ini berjumlah lima buah:
1. Mihrob Nabawi, berada di sebelah timur mimbar. Tempat ini dahulu digunakan untuk mengimami jamaah shalat. Mihrob ini hadiah dari Al-Asyraf Qait Bey dari Mesir.
2. Mihrob Sulaiman, berada di sebelah kiri mimbar dan bentuknya sama dengan Mihrab Nabawi. Mihrab ini dibangun pada tahun 938 H dan merupakan hadiah Sultan bin Salim dari Turki.
3. Mihrob Utsmany, berada di tengah-tengah dinding arah kiblat yang sekarang digunakan imam memimpin shalat.
4. Mihrab Tahajjud, berada di sebelah utara jendela makam Rosululloh dan bentuknya lebih kecil daripada Mihrob Nabawi dan Mihrab Sulaiman. Di tempat inilah Rosululloh sering melakukan shalat Tahajjud. Mihrab ini mengalami perombakan pada masa pemerintahan Sultan Abdul Majid.
5. Mihrob al-Majidi, berada di sebelah utaranya Dakkatul Agawat, jaraknya kurang lebih 4 meter."
            Kemudian obrolan saya tutup, "Mestinya sampean pergi haji lagi dan duduk di depan Mihrob Utsmany, insya'aAllah imamnya di situ."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar